Wisata  

Wisatawan Mulai Padati Pantai Barat Pangandaran, Tiga Orang Terseret Arus di Hari Pertama Libur Lebaran 2026

Momen Petugas Pantai Saat Menyelamatkan Wisatawan Yang Terseret Arus Pantai Barat Pangandaran, Kamis, 22 Maret 2026.(M Jerry/KP).

KABAR PANGANDARAN – Hari pertama libur Lebaran 2026 mulai menunjukkan peningkatan kunjungan wisatawan di kawasan Pantai Barat Pangandaran. Ribuan pengunjung tampak memadati area pesisir sejak pagi hari untuk menikmati suasana libur panjang.

Namun di tengah meningkatnya aktivitas wisata, insiden kecelakaan laut kembali terjadi. Berdasarkan laporan petugas pantai, sedikitnya dua kejadian terseret arus laut terjadi di sejumlah titik rawan, yakni di perbatasan Pos 4 dan Pos 5 serta di area Pos 4.

Peristiwa pertama terjadi di perbatasan Pos 4 dan Pos 5 yang melibatkan dua wisatawan asal Bekasi. Korban pertama diketahui bernama Yogi (20), yang terseret arus saat berenang menggunakan boogie board. Diduga, alat yang digunakan terlepas sehingga korban kehilangan kendali dan terbawa arus ke tengah laut.

Masih di lokasi yang sama, insiden serupa juga dialami Ahmad Anip (17), wisatawan asal Tambun, Bekasi. Korban yang tengah berenang menggunakan boogie board dilaporkan terbawa arus hingga menjauh dari bibir pantai.

Ketua Balawista Lifeguard Pangandaran Dodo Taryana mengatakan kejadian lainnya terjadi di kawasan Pos 4 yang melibatkan Supriatna (40), wisatawan asal Bandung. Korban diketahui berenang di area yang termasuk zona berbahaya dan tiba-tiba terseret arus kuat hingga tidak mampu kembali ke tepi pantai.

Ketua Balawista Pangandaran Dodo Taryana Saat Mengevakuasi Wisatawan Yang Mengalami Lakalaut Di Pos 4.Minggu,22 Maret 2026.

“Diketahui, korban juga memiliki riwayat penyakit sesak napas yang cukup berat, sehingga memperparah kondisi saat kejadian berlangsung,” katanya.Minggu,22 Maret 2026.

Petugas Balawista yang berjaga di lokasi langsung melakukan upaya penyelamatan dengan sigap begitu menerima laporan dari masyarakat dan wisatawan lainnya. Seluruh korban berhasil dievakuasi dan mendapatkan penanganan awal dari tim penyelamat.

Pihak petugas pantai kembali mengimbau kepada seluruh wisatawan untuk selalu mematuhi aturan keselamatan saat berenang, tidak berenang di zona terlarang, serta memperhatikan kondisi fisik masing-masing sebelum melakukan aktivitas di laut.

Dengan meningkatnya jumlah kunjungan selama libur Lebaran, kewaspadaan terhadap potensi bahaya di kawasan pantai menjadi hal yang sangat penting guna mencegah terjadinya kecelakaan serupa.