Berita

Jangan Anggap Sepele Nyeri Pinggang Setelah Melahirkan, RSUD Pandega Pangandaran Edukasi Bahaya Low Back Pain pada Ibu Baru

0
×

Jangan Anggap Sepele Nyeri Pinggang Setelah Melahirkan, RSUD Pandega Pangandaran Edukasi Bahaya Low Back Pain pada Ibu Baru

Sebarkan artikel ini
IIlustrasi

KABAR PANGANDARAN – Kehadiran buah hati menjadi momen paling membahagiakan bagi setiap ibu. Namun, di balik kebahagiaan tersebut, tidak sedikit ibu yang harus menghadapi berbagai perubahan fisik setelah melahirkan, salah satunya nyeri pinggang atau Low Back Pain (LBP). Kondisi ini sering dianggap sebagai kelelahan biasa akibat kurang tidur dan aktivitas mengurus bayi, padahal dapat menjadi tanda gangguan kesehatan yang membutuhkan penanganan.

Melalui edukasi kesehatan kepada masyarakat, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pandega Pangandaran mengingatkan bahwa nyeri pinggang pasca-persalinan bukanlah hal yang boleh diabaikan. Kondisi tersebut merupakan dampak dari perubahan anatomi tubuh selama kehamilan dan persalinan yang kemudian diperberat oleh aktivitas fisik saat merawat bayi.

Selama masa kehamilan, tubuh ibu mengalami perubahan postur akibat pertumbuhan janin. Otot-otot inti tubuh, terutama di bagian perut dan punggung, juga mengalami peregangan sehingga kekuatannya berkurang. Setelah melahirkan, kondisi tersebut belum sepenuhnya pulih, sementara ibu harus menjalani aktivitas yang cukup berat, seperti menggendong bayi, menyusui, membungkuk saat mengganti popok, hingga mengangkat bayi berulang kali setiap hari.

Kombinasi antara melemahnya otot penyangga tubuh dan aktivitas fisik yang tinggi inilah yang menjadi penyebab utama munculnya Low Back Pain pasca-persalinan.

RSUD Pandega Pangandaran menjelaskan bahwa terdapat beberapa tanda yang perlu diwaspadai oleh para ibu. Di antaranya adalah rasa nyeri atau kaku di pinggang saat bangun tidur, nyeri setelah duduk terlalu lama, rasa sakit ketika menggendong bayi, punggung terasa tegang seperti tertarik, hingga nyeri yang menjalar ke bokong atau kaki. Apabila keluhan sudah menjalar ke tungkai, kondisi tersebut dapat mengindikasikan adanya gangguan pada saraf sehingga memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.

Untuk mencegah keluhan semakin berat, RSUD Pandega Pangandaran menganjurkan para ibu menerapkan beberapa langkah sederhana di rumah. Posisi menyusui harus dibuat senyaman mungkin dengan bantuan bantal agar tubuh tidak terus-menerus membungkuk. Saat mengangkat bayi, sebaiknya gunakan teknik yang benar dengan menekuk lutut dan memanfaatkan kekuatan otot kaki, bukan membungkukkan punggung.

Selain itu, ibu juga dianjurkan melakukan peregangan ringan secara rutin, menghindari posisi membungkuk dalam waktu lama, serta memanfaatkan waktu istirahat ketika bayi sedang tidur agar proses pemulihan otot berlangsung lebih optimal.

Apabila nyeri tidak kunjung membaik atau bahkan semakin berat hingga mengganggu aktivitas sehari-hari, masyarakat diimbau segera berkonsultasi ke fasilitas kesehatan. Penanganan Low Back Pain pasca-persalinan umumnya meliputi fisioterapi untuk mengurangi nyeri dan memperbaiki fungsi gerak, terapi latihan guna memperkuat kembali otot inti dan punggung, serta pemberian obat yang aman, terutama bagi ibu yang masih menyusui.

Jika diperlukan, dokter juga akan melakukan pemeriksaan lanjutan untuk memastikan penyebab nyeri sehingga terapi yang diberikan sesuai dengan kondisi pasien.

RSUD Pandega Pangandaran telah menyediakan layanan terpadu bagi masyarakat yang mengalami gangguan nyeri pinggang, termasuk penanganan oleh dokter dan tenaga fisioterapi sesuai indikasi medis. Melalui edukasi ini, rumah sakit berharap para ibu tidak lagi menganggap nyeri pinggang sebagai keluhan biasa.

Deteksi dini dan penanganan yang tepat tidak hanya membantu mempercepat pemulihan ibu setelah melahirkan, tetapi juga menjaga kualitas hidup sehingga ibu dapat merawat buah hati dengan lebih nyaman, sehat, dan optimal.