Berita

Musim Kemarau Bawa Berkah, Nelayan Pangandaran Panen Tongkol Kuning: Transaksi TPI Tembus Rp14,7 Miliar

0
×

Musim Kemarau Bawa Berkah, Nelayan Pangandaran Panen Tongkol Kuning: Transaksi TPI Tembus Rp14,7 Miliar

Sebarkan artikel ini
Ketua Koperasi Unit Desa (KUD) Minasari, H. Jeje Wiradinata, yang meninjau lokasi penimbangan dan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) PPI Cikidang Babakan Pangandaran, Selasa,4 Agustus 2026.(M Jerry/KP).

KABAR PANGANDARAN – Puncak musim kemarau menjadi angin segar bagi para nelayan di Kabupaten Pangandaran. Pergerakan ekonomi pesisir melonjak tajam seiring melimpahnya hasil tangkapan laut, khususnya komoditas ikan tongkol kuning.

Di Pelabuhan Perikanan Samudera/Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Cikidang, Babakan, Pangandaran, lalu lalang nelayan memboyong tonan ikan menjadi pemandangan harian. Satu armada kapal tercatat mampu mendatangkan hingga 1,5 ton ikan tongkol kuning dalam sekali melaut, memberikan pendapatan kotor berkisar Rp30 juta hingga Rp40 juta per tangkapan.

Ujang (55), salah seorang nelayan lokal, mengaku berhasil mengamankan lebih dari 2 ton ikan tongkol kuning dari kawasan perairan Batureog, Pantai Pangandaran.

“Kami berangkat melaut pukul 05.30 WIB dan berhasil membawanya ke Pelabuhan Cikidang menggunakan 5 perahu. Ini baru pertama kalinya saya mendapat ikan tongkol sebanyak ini,” ujar Ujang, Selasa (4/8/2026).

Musim Emas Nelayan Pangandaran

Melimpahnya tangkapan ini mendapat perhatian langsung dari Ketua Koperasi Unit Desa (KUD) Minasari, H. Jeje Wiradinata, yang meninjau lokasi penimbangan dan Tempat Pelelangan Ikan (TPI). Ia menjelaskan bahwa dinamika suhu dingin air laut pada bulan Agustus menciptakan periode emas bagi munculnya kelompok ikan permukaan.

“Kalau petani di daratan sedang kesulitan menanam karena tidak ada air, nelayan kita di musim kemarau ini justru panen manis,” kata Jeje saat memantau aktivitas lelang.

Tingginya volume tangkapan berbanding lurus dengan perputaran uang di TPI KUD Minasari. Hingga Agustus 2026, akumulasi nilai transaksi di pelelangan resmi tersebut telah menembus angka Rp14,7 miliar.

Laju transaksi harian saat ini rata-rata berada di kisaran Rp100 juta hingga Rp200 juta per hari. Pihak KUD Minasari optimistis target total transaksi sebesar Rp30 miliar dapat tercapai hingga akhir tahun.

Pendekatan Pelayanan Kunci Kepercayaan Nelayan

Jeje menegaskan bahwa keberhasilan TPI menyerap hasil tangkapan tidak lepas dari pembenahan tata kelola dan strategi pendekatan dialogis dari hati ke hati. Mengingat nelayan tidak memiliki kewajiban mutlak untuk menjual hasil tangkapannya ke KUD, pengurus mengedepankan kualitas pelayanan.

Beberapa langkah strategis yang diterapkan KUD Minasari meliputi:

Rembug Bulanan:Pertemuan tatap muka berkala setiap bulan untuk menyerap aspirasi dan menyelesaikan kendala teknis nelayan secara langsung.

Jaminan Logistik Melaut: Memfasilitasi kepastian pasokan es batu guna menjaga kesegaran kualitas ikan.

Akses Bahan Bakar: Mempermudah ketersediaan dan akses pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar bagi armada nelayan.

Melalui kemudahan fasilitas dan pendekatan personal tersebut, kepercayaan nelayan lokal untuk menyalurkan seluruh hasil buruannya ke TPI KUD Minasari kini semakin solid.***