KABAR PANGANDARAN — Koperasi Unit Desa (KUD) Minasari Pangandaran menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk menjaga stabilitas harga hasil tangkapan nelayan, khususnya ikan layur dan udang rebon. Hal tersebut disampaikan oleh Ketua KUD Minasari, H. Jeje Wiradinata, di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Pangandaran, Minggu (21/9/2026).
Jeje menjelaskan bahwa harga ikan layur saat ini mengalami kenaikan sekitar Rp10.000 hingga Rp15.000 per kilogram, tergantung ukuran. Menurutnya, pergerakan harga ikan layur terbilang relatif stabil dan menguntungkan nelayan. Namun, fokus utama pengurus saat ini tertuju pada komoditas udang rebon (resek) yang volumenya sedang melimpah.
“Untuk ikan layur harganya naik dan relatif bagus. Nah, yang sedang kami cari solusinya adalah udang rebon karena tangkapannya sedang sangat banyak,” ujar Jeje.
Dorong Pendirian Pabrik dan Kemitraan UMKM
Guna mengatasi potensi anjloknya harga udang rebon, KUD Minasari sedang menjajaki komunikasi dengan sejumlah pengepul besar dan investor. Pihaknya mendorong masuknya investasi untuk mendirikan fasilitas pengolahan di Pangandaran.
“Kami sedang bernegosiasi dengan pengumpul besar agar mereka bisa membangun fasilitas pengolahan atau pabrik di sini. Dengan begitu, hasil tangkapan udang rebon nelayan dapat diserap secara optimal dengan harga yang wajar,” tutur Jeje.
Selain menarik investor skala besar, KUD Minasari merangkul para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal, seperti pembuat terasi dan keripik udang. Jeje menyoroti ketimpangan harga udang rebon antara tingkat nelayan dan industri pengolahan yang dinilai masih terlalu lebar.
“Di tingkat TPI, udang rebon dijual sekitar Rp14.000 per kilogram, sementara pengrajin terasi atau keripik membeli hingga Rp35.000 per kilogram. Selisih ini terlalu jauh. Kami berupaya memangkas rantai distribusi ini agar nelayan mendapat harga lebih baik dan pengrajin tidak terbebani,” tegasnya.
Pemisahan Sektor Pelelangan Hasil Laut
Sebagai langkah pembenahan tata kelola, TPI Pangandaran membagi area pelelangan ke dalam tiga sektor utama berdasarkan jenis tangkapan, yakni sektor pelelangan ikan, sektor udang jogol/sirang, serta sektor khusus udang rebon.
Jeje optimistis, melalui pembukaan akses pasar langsung ke pembeli luar daerah serta penguatan kemitraan dengan pelaku usaha lokal, stabilitas harga hasil laut di Pangandaran akan membaik mulai pekan ini.***












