Berita

Nelayan Tradisional Pangandaran Panen Ikan Kakacangan

×

Nelayan Tradisional Pangandaran Panen Ikan Kakacangan

Sebarkan artikel ini
Hasil Tangkapan Nelayan Tradisional Melimpah di Pantai Timur Pangandaran,Kamis, 17 September 2026.(M Jerry/KP).

KABARBPANGANDARAN — Berkah berlimpah menghampiri para nelayan tradisional di kawasan Pantai Timur Pangandaran. Setelah berminggu-minggu berjuang menghadapi cuaca dan tangkapan yang tidak menentu, para nelayan kini tersenyum lega. Jaring arad yang mereka tebar di sepanjang pantai membuahkan hasil memuaskan, bahkan dipenuhi puluhan hingga ratusan kilogram ikan kakacangan.

Fenomena panen raya ikan kakacangan ini menjadi angin segar bagi perekonomian pesisir setempat. Sebagian besar nelayan tradisional yang mengandalkan alat tangkap ramah lingkungan seperti jaring arad alat tangkap kerek yang ditarik dari daratan pantai mengaku terkejut sekaligus bersyukur atas lonjakan volume tangkapan yang tiba-tiba ini.

Mano (54), salah seorang nelayan tradisional asal Pangandaran, membagikan kisahnya saat ditemui di pesisir Pantai Timur. Menurutnya, kondisi melaut dalam beberapa pekan terakhir terasa amat berat karena cuaca tidak menentu. Selain volume ikan yang sedikit, hasil tangkapan mereka kerap bercampur dengan ubur-ubur kenong yang cukup mengganggu proses pemilahan.

“Hasil tangkapannya cukup lumayan banyak, tapi tercampur ubur-ubur kenong,” ujar Mano.

Meski harus bekerja ekstra memisahkan ikan dari kumpulan ubur-ubur, raut lelah di wajah Mano seketika sirna saat melihat hasil akhir siang itu. Ia tidak pernah menyangka satu kali tebaran jaring arad miliknya sanggup mendaratkan sekitar dua kuintal ikan kakacangan sekaligus.

“Alhamdulillah, hasil tangkapan jaring arad siang ini dapat ikan kakacangan,” ungkap Mano dengan gembira.

Menurutnya, jumlah tersebut merupakan salah satu rekor tangkapan terbanyak yang ia dapatkan dalam sekali penarikan jaring selama beberapa bulan terakhir.

Senyum kebahagiaan tak hanya terpancar dari wajah Mano. Tono (40), nelayan setempat lainnya, juga merasakan keberuntungan serupa. Tono yang telah bersiap dan menyebar jaring sejak pagi hari mengaku sempat ragu dengan kondisi perairan. Namun, keraguan itu langsung terbayar lunas ketika jaringnya ditarik ke daratan bersama puluhan warga setempat.

Jaring yang ditarik Tono terasa begitu berat, menandakan gumpalan muatan yang padat di dalam rajutan benang nylon tersebut. Begitu tiba di darat, tumpukan ikan kakacangan berkilau membasahi pasir pantai.

“Kaget juga, tadi temen saya yang beruntung, sekarang giliran saya yang dapat ikan kakacangan sekitar satu kuintal,” kata Tono sambil sibuk mengumpulkan hasil tangkapannya ke dalam keranjang.

Ikan kakacangan sendiri merupakan salah satu komoditas tangkapan yang cukup diminati masyarakat dan wisatawan Pangandaran. Selain rasanya yang gurih saat diolah segar, ikan ini memiliki nilai ekonomis yang lumayan untuk menopang kebutuhan harian keluarga nelayan.

Momen keberkahan ini diharapkan terus berlanjut hingga beberapa hari ke depan, membawa optimisme baru bagi para nelayan tradisional Pangandaran dalam menggantungkan hidup dari kekayaan laut Nusantara.