KABAR PANGANDARAN — Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pandega Pangandaran menggelar sosialisasi kesehatan bertajuk. “Waspada Hipertensi Dalam Kehamilan: Deteksi Dini Demi Bayi dan Ibu Selamat” di ruang tunggu pelayanan rumah sakit. Agenda ini merupakan bagian dari program edukasi rutin bagi masyarakat dan pasien yang sedang mengantre pelayanan medis.
Nutrisionis RSUD Pandega Pangandaran, Nila Amalia Rahmah, A.Md.Gizi, hadir sebagai narasumber utama untuk memaparkan materi seputar bahaya tekanan darah tinggi (hipertensi) bagi ibu hamil, faktor risiko, hingga langkah pencegahannya.
”Hipertensi dalam kehamilan merupakan komplikasi serius yang dapat mengancam keselamatan ibu dan janin. Oleh karena itu, deteksi dini dan pemantauan ketat sangat penting dilakukan untuk mencegah komplikasi lebih lanjut,” ujar Nila Amalia Rahmah.
Risiko Komplikasi bagi Ibu dan Janin
Dalam pemaparannya, Nila menjelaskan bahwa seorang ibu hamil dikategorikan mengalami hipertensi kehamilan apabila tekanan darah sistoliknya mencapai 140 mmHg atau lebih (\ge 140 mmHg) dan diastoliknya 90 mmHg atau lebih (\ge 90 mmHg). Kondisi ini berisiko memicu komplikasi fatal jika tidak ditangani secara cepat dan tepat.
Pada ibu hamil, hipertensi yang tidak terkontrol dapat berkembang menjadi preeklamsia, eklamsia (kejang), stroke, gagal ginjal akut, edema paru, hingga kematian ibu (maternal death).
Meanwhile pada janin, dampaknya meliputi Intrauterine Growth Restriction (IUGR) atau hambatan pertumbuhan janin, kelahiran prematur, hipoksia, solusio plasenta, hingga Intrauterine Fetal Death (IUFD) atau kematian janin dalam kandungan.
Penerapan Diet Rendah Garam dan Pola Makan Sehat
Sebagai langkah pencegahan, pihak RSUD Pandega menekankan pentingnya pemeriksaan kehamilan (Antenatal Care/ANC) secara berkala serta penerapan diet rendah gula, garam, dan lemak (GGL).
Nila mengimbau agar ibu hamil membatasi konsumsi makanan olahan tinggi natrium, makanan instan, serta tidak menggunakan minyak goreng secara berulang kali (minyak jelantah) demi menjaga kestabilan tekanan darah.
”Penerapan pola makan gizi seimbang dan diet rendah garam menjadi salah satu pilar utama pengendalian hipertensi, terutama bagi ibu yang memiliki riwayat tekanan darah tinggi sebelum atau selama kehamilan,” tambah Nila.
Acara edukasi ini ditutup dengan sesi tanya jawab interaktif, pembagian doorprize bagi peserta yang aktif, serta sosialisasi penggunaan aplikasi Mobile JKN untuk kemudahan akses layanan kesehatan di RSUD Pandega Pangandaran.












