Berita

Dari Ombak Pantai Hingga Wayang Golek, Intip Keseruan Batukaras Surf Festival 2026

0
×

Dari Ombak Pantai Hingga Wayang Golek, Intip Keseruan Batukaras Surf Festival 2026

Sebarkan artikel ini
Gelaran tahunan Batukaras Surf Festival 2026 resmi berlangsung selama empat hari berturut-turut, mulai dari tanggal 6 hingga 9 Agustus 2026, di kawasan Pantai Batukaras, Kabupaten Pangandaran.(M Jerry/KP).

KABAR PANGANDARAN – Pantai Batukaras kembali menjadi pusat perhatian para pecinta olahraga arus gelombang dan seni tradisi. Gelaran tahunan Batukaras Surf Festival 2026 resmi berlangsung selama empat hari berturut-turut, mulai dari tanggal 6 hingga 9 Agustus 2026, di kawasan Pantai Batukaras, Kabupaten Pangandaran.

Ajang surfing bergengsi ini diikuti oleh puluhan peserta lokal serta wisatawan mancanegara (wisman) dari berbagai negara yang tengah berlibur di kawasan tersebut. Kehadiran para peselancar internasional ini semakin memeriahkan atmosfer kompetisi di atas ombak Batukaras.

Ketua Penyelenggara Batukaras Surf Festival 2026, Hendrik, menyampaikan bahwa festival ini merupakan agenda tahunan yang terus dipertahankan keeksistensiannya demi memajukan potensi wisata dan olahraga air lokal.

“Kegiatan ini rutin dilaksanakan setiap tahun dan sudah menjadi agenda tetap kami untuk mewadahi bakat peselancar sekaligus mendongkrak pariwisata Pangandaran khususnya Pantai Batukaras,” ujar Hendrik.

Batukaras Surf Festival 2026 terlaksana berkat dukungan penuh dari Batukaras Surf Club (BSC) dan sponsor utama Yanagawa Shokai juga yang berpartisifasi untuk kesuksesan kegiatan ini,serta Persatuan Selancar Ombak Indonesia (PSOI).

Kategori Kompetisi

Kompetisi selancar tahun ini mempertandingkan sejumlah divisi seru yang terbagi dalam beberapa kategori:

– Longboard Men & Longboard Women

– Shortboard Men & Shortboard Women

– Kook of the Day & Legend

Rangkaian Acara & Hiburan (Line Up)

Tidak hanya menyajikan aksi memukau dari para peselancar di laut, Batukaras Surf Festival 2026 juga menghadirkan beragam kegiatan sosial, budaya, dan hiburan musik di darat yang melibatkan partisipasi masyarakat serta pengunjung:

Aksi Sosial & Kuliner: Beach Clean Up (Aksi Bersih Pantai), Bazaar, dan Parade Liwet.

Hiburan & Pertunjukan: Fun Games, Coffee Break, penampilan musisi lokal Biru Langit, Slow Rush, performa DJ ABH GUN, hingga kesenian tradisional Ronggeng Gunung.

Puncak kebudayaan festival ini ditutup dengan pertunjukan seni tradisi legendaris Wayang Golek Putra Giri Harja 3 yang menghadirkan Ki Dalang Dadan Sunandar Sunarya, menjadi daya tarik utama bagi para pengunjung lokal maupun mancanegara.***